Showing posts with label POLI - eTIKa. Show all posts
Showing posts with label POLI - eTIKa. Show all posts

10.18.2008

INDONESIA RAYA: Menunggu harapan sebuah gerakan

.......
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
.......
Bangunlah jiwanya
Bangunlah raganya
.......

Berharap Indonesia menjadi ”Raya” adalah harapan seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat yang saat ini hanya bisa berharap untuk ikut merasakan bagaimana menikmati dan merasakan ”kemerdekaan”.

Saat bersyukur akan nikmat yang telah diberikan Tuhan dengan melihat yang lebih kurang tentu kita bisa mengatakan Indonesia sudah ”Raya”. Akan tetapi kalau kita melihat fenomena masyarakat Indonesia saat ini, bisakah sebagian besar masyarakat mengatakan Indonesia sudah ”Raya”?.

Menunggu harapan sebuah gerakan adalah yang bisa dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini. Masyarakat sudah lama diberi harapan, masyarakat sudah sering diberi harapan. Karena harapan itulah mereka masih bisa bertahan untuk menunggu sebuah gerakan untuk Indonesia Raya. Namun siapa yang yang akan menggerakan? Bagaimana bentuk gerakannya? Bagaimana cara gerakannya?.

Sebuah gerakan sudah tentu ada yang menggerakkan, tinggal bagaimana gerakan itu akhirnya bisa membuat Indonesia Raya. Apa yang seharusnya kita lakukan jika suatu saat nanti ada Gerakan Indonesia Raya ?. Semoga gerakan itu nantinya menjadi sebuah gerakan yang indah, seindah gerakan senam air atau gerakan dansa.

7.24.2008

Hasil Quick Count LSI

Berdasarkan hasil Quick Count LSI, kemungkinan besar pilkada Jatim akan berlangsung dua putaran karena tidak ada pasangan yang memperoleh suara di atas 30%. Dari data TPS yang sudah masuk ke perhitungan Quick Count LSI sudah mencapai 100%, pasangan Soekarwo – Saifulloh Yusuf 26.92% ; Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono 25.34% ; Sutjipto – Ridwan Hisyam 21.04% ; Soenarjo – Ali Maschan Musa 18.88% dan Achmady – Suhartono 7.81%. Sementara tingkat partisipasi sebesar 61.45% (www.lsi.or.id)

Selesai sudah quick count LSI untuk PILKADA Jawa Timur, dari hasil perhitungan cepat itu dua pasang calon unggul dibanding tiga pasang lainnya. Pasangan Pakde Karwo - Gus Ipul unggul dan pasangan Khofifah – Mujiono menempati urutan nomor dua.

Kenapa tidak sampai 30 % ?

Mencermati proses kampanye kemarin, pasangan Karsa sudah menggunakan hampir semua media untuk mencari dukungan. Media TV, Media Radio, Media Koran, Media Jalanan (Baliho, spanduk, Banner), Media Massa (Pawai dan Rapat Akbar) sudah digunakan secara maksimal untuk menarik simpati dan dukungan pemenangan pasangan ini. Persaingan yang sangat ketat diantara bendera yang terang warnanya adalah sebuah perjuangan yang sangat luar biasa untuk mendapatkan dukunngan 26 % suara. Dengan Icon ”Coblos Brengose” dipadu warna hijau di semua Media ternyata untuk sementara belum mampu meraih target 30%. Lalu kenapa?

Memberi warna dan mewarnai adalah sebuah seni terindah dalam hamparan kanvas Jawa Timur. Warna Hijau dan Merah adalah dua warna yang menghiasi Jawa Timur. Bagaimana kalau Hijau dicampur Merah? Bagaimana Hijau dicampur Merah? Kalau Hijau dan Merah ditambah Putih? Atau Hijau ditambah merah ditambah Kuning jadi Warna Apa ya? Bagus mana ya agak kemerahan dan kehijauan dengan Hijau Tua? Atau Bagus mana ya agak kemerahan dan kehijauan dengan Kuning? Yang pasti memadukan warna menjadi sebuah karya lukis terindah adalah sebuah inspirasi dan kreativitas memadukan berbagai warna menjadi satu kesatuan yang bisa diterima oleh penglihatan.

Andai terjadi dua kali lomba mewarnai, bagaimana menciptakan warna kembali?. Apakah Merah bisa dicampur untuk menambah warna? Atau kuning bisa membuat jadi lebih terang? Atau akan tercipta sebuah ”lukisan pelangi” di rumput yang hijau, dimana anak-anak Jawa Timur bernyanyi ”Pelangi-pelangi alangkah indahmu, Merah Kuning Hijau dilangit yang biru....” Biru langitku tanpa kekerasan.

Buktikan Merahmu

Buktikan merahmu! Adalah sebuah penantian dan tuntutan. Sebuah penantian karena apakah Merah dengan keberaniannya berangkat sendiri mampu mewarnai Jombang untuk kembali menjadi Bupati Jombang. Sebuah tuntutan adalah setelah menjadi Bupati terpilih harus membuktikan janji yang telah didengar oleh rakyat untuk melanjutkan sebuah perubahan.

Hari ini 24 Juli 2008 aku mencari informasi hasil Pilbup Jombang, Televisi lebih banyak informasi tentang PILKADA JATIM, Koran masih sebatas informasi dari beberapa TPS, pencarian diinternet juga masih beberapa laporan TPS kecamatan. Kata orang-orang bakulan di pasar sich katanya Merah yang menang. Menghubungi salah satu tim sukses juga handphone super sibuk. Yach...sabar menunggu hasil.

Tidak seperti Pilkada, Pilbup Jombang hanya diikuti 3 pasang Calon Bupati. Pasangan Nyono-Halim dengan nomor urut 1, Pasangan Suharto-Mujib nomor urut 2 dan Pasangan Yanto-Widjono ”wis nyoTO, ayo diterusNO” dengan nomor urut 3. Karena hanya tiga pasangan dan lingkungan santri menjadikan Pilbup Jombang aman dan sukses. Saat jalan-jalan masuk kedalam lebih dekat dan memulai keberpihakan aku merasa ”Seperti api dalam sekam”, ungkapan ini terasa ketika saya merasa berada diwilayah Jombang yang terkenal dengan Kota Santrinya. Tenang dan Damai adalah sebuah kebersamaan yang jadi panutan, meskipun ada bara yang terasa panas diantara pendukung masing-masing pasangan calon.

Dalam POLI – eTIKa adalah biasa terjadi beberapa perbedaan wacana dan pendapat. Juga sangat wajar terjadi beberapa perbedaan dalam berdemokrasi. Akan tetapi kita harus belajar bagaimana menghargai perbedaan, bagaimana menyikapi beda pendapat, bagaimana mengkomunikasikan pendapat dan yang lebih penting adalah bagaimana kita ber ETIKA dalam Politik untuk memberikan pembelajaran kepada generasi bangsa. Panas, Dingin dan Warna warni adalah diciptakan oleh Tuhan agar hidup di Dunia ini terasa Indah dan nikmat.

Benarkah akhirnya merah yang menang! Atau kuning yang akhirnya berkibar?